Postingan terbaru

Tekpram

Tokoh Dunia

Sabtu, 13 Oktober 2012

Pendekatan, Strategi, Metode dan teknik Pembelajaran

Dalam konteks pembelajaran, kita tentu tidak asing dengan istilah-istilah pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model pembelajaran. Namun banyak diantara para mahasiswa pendidikan (calon guru) dan bahkan para guru yang tidak memahami secara mendalam sehingga tidak bisa memberikan penjelasan apa sebenarnya persamaan dan perbedaan dari istilah-istilah tersebut. Sebagian mereka memahami sama terhadap istilah-istilah tersebut. Sebagian yang lain menganggap berbeda terhadap istilah-istilah tersebut, tetapi tidak mampu menjelaskan bagaimana perbedaannya. Dalam uraian berikut, saya mencoba menjelaskan perbedaan antara pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran; teknik pembelajaran; dan model pembelajaran. Masing-masing istilah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pendekatan pembelajaran adalah cara pandang guru terhadap proses pembelajaran, yang di dalamnya terdapat strategi-strategi pembelajaran dengan segala teorinya. Pendekatan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered approach) dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered approach). Dari dua pendekatan pembelajaran tersebut selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran.

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dengan tujuan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dapat mencapai tujuan (goals) secara efektif dan efisien. Di dalam strategi pembelajaran terdapat perencanaan-perencanaan yang dibuat guru. Pada prinsipnya strategi pembelajaran bersifat konseptual berupa rencana keputusan yang akan diambil dalam proses pembelajaran. Ditinjau dari sisi strategi, dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: exposition-discovery learning dan group- individual learning . Sementara, dilihat dari sisi cara penyajian dan cara pengolahannya, dapat dibedakan menjadi dua pula yaitu strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran masih bersifat konseptual, untuk pelaksanaannya diperlukan berbagai metode pembelajaran tertentu.

Metode pembelajaran dapat dikatakan sebagai cara yang harus ditempuh untuk mewujudkan rencana yang telah disusun guru dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis di kelas guna mencapai tujuan pembelajaran. Jadi, strategi adalah a plan for achieving goals” sedangkan metode adalah “a way for achieving goals” . Ada banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mewujudkan strategi pembelajaran tersebut diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya. Sementara itu didalam metode pembelajaran terdapat teknik pembelajaran.

Teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan metode pembelajaran. Sebagai gambaran, penerapan metode role playing pada kelas yang siswanya memiliki orang tua dengan rata-rata ekonomi tinggi, berbeda teknik perlakuannya terhadap siswa yang orang tuanya dengan rata-rata ekonomi rendah. Juga penerapan metode debat untuk kelas yang tergolong aktif, perlu digunakan teknik yang berbeda dibandingkan dengan kelas yang siswanya pasif. Seorang  guru dapat berganti-ganti teknik pembelajaran walau dalam kerangka metode pembelajaran yang sama.

Model pembelajaran adalah bingkai dari penerapan suatu pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Model pembelajaran adalah rangkaian strategi, metode, dan teknik pembelajaran dalam satu kesatuan yang utuh. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

Dengan uraian di atas, istilah pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran dapat dirangkai menjadi satu kesatuan utuh menjadi model pembelajaran seperti gambar berikut :
Menurut Arends (1997), model pembelajaran menyiratkan sesuatu yang lebih besar daripada strategi, metode, atau langkah-langkah. Model pembelajaran mencakup pendekatan, luas keseluruhan pembelajaran. Sebagai contoh, model pengajaran berbasis masalah (problem-based instruction) melibatkan kelompok kecil siswa yang bekerja sama untuk memecahkan masalah demi kepentingan bersama kelompok. Dalam model ini, siswa menggunakan berbagai keterampilan berpikir pemecahan masalah dan langkah-langkah kritis. Dengan demikian, satu model pembelajaran dapat menggunakan sejumlah keterampilan metodologis atau prosedural seperti mendefinisikan masalah, mengajukan pertanyaan, melakukan penelitian, melakukan diskusi dan berdebat menemukan temuan, bekerja bersama-sama, menciptakan karya, dan presentasi. Model pembelajaran memiliki empat atribut strategi atau prosedur yang khas yaitu (Arends, 1997):
  • Dasar pemikiran teoritis yang koheren
  • Ditujukan pada hasil belajar
  • Diperlukan perilaku mengajar
  • Diperlukan struktur kelas
Arends (1997) juga menyatakah bahwa model pembelajaran diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajarannya, sintaks mereka (pola berurutan), dan sifat lingkungan belajar mereka. Penggunaan model yang khas memungkinkan guru untuk mencapai beberapa tujuan pembelajaran. Model pengajaran langsung (direct instruction) misalnya, adalah metode yang baik untuk membantu para siswa mempelajari keterampilan dasar seperti tabel perkalian atau tempat geography. Namun, tidak cocok untuk mengajar konsep-konsep matematika tingkat yang lebih tinggi atau membantu siswa memahami pengaruh topografi bumi pada produksi pertanian.

Sintaks dari model pembelajaran adalah tahapan-tahapan yang mengacu pada alur keseluruhan atau urutan langkah dalam proses pembelajaran. Sintaks satu pelajaran menentukan apa jenis kegiatan guru dan kegiatan siswa yang diperlukan, urutan tindakan yang dilakukan, dan tugas tertentu yang diberikan pada siswa. Sintaks dari model pembelajaran memiliki hal-hal tertentu yang sama. Misalnya, hampir semua perintah dimulai dengan memperoleh perhatian siswa dan membuat mereka termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan belajar. Demikian juga, kebanyakan model menggunakan beberapa bentuk langkah penutupan dimana guru dan siswa merangkum atau meninjau apa yang telah dipelajari. Sintaks dari model pembelajaran juga terdapat perbedaan. Urutan kegiatan pelajaran di pengajaran langsung (direct instruction) misalnya, jauh berbeda dibandingkan di pelajaran diskusi kelompok (group discussion lesson).

Masing-masing model melibatkan perberbedaan lingkungan belajar dan sistem pengelolaannya. Setiap pendekatan menempatkan permintaan yang berbeda pada siswa, pada ruang fisik, dan pada sistem sosial kelas. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) misalnya, memerlukan lingkungan fisik luwes yang mencakup fitur seperti meja dipindah-pindahkan. Diskusi biasanya dilakukan ketika siswa duduk dalam lingkaran atau pengaturan tapal kuda. Sebaliknya, di pengajaran langsung (direct instruction) bekerja dengan baik jika siswa duduk menghadap guru. Demikian pula, pendekatan pengajaran yang berbeda membuat tuntutan tugas yang berbeda pada siswa, dan ini memerlukan strategi pengelolaan tertentu. Dalam pengajaran langsung, penting bagi siswa untuk diam dan memperhatikan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh guru. Namun, selama pembelajaran kooperatif, justeru penting jika siswa berbicara satu sama lain.

Bagaimanapun tidak ada model pembelajaran satu lebih baik dari yang lain. Guru kelas memerlukan khasanah pengajaran praktis dalam rangka memenuhi tujuan beragam dan situasi yang menjadi ciri sekolah dewasa ini. Pendekatan atau metode saja tidak lagi cukup. Dengan khasanah yang cukup, guru dapat memilih model yang terbaik mencapai tujuan tertentu atau yang paling sesuai dengan situasi atau kelompok siswa tertentu. Juga, model-model alternatif kadang-kadang bisa digunakan bersama-sama. Sebagai contoh, guru dapat menggunakan pengajaran langsung untuk setiap mata pelajaran baru atau keterampilan, diikuti dengan diskusi kelas untuk memperluas pemikiran siswa tentang satu topik. Dan kemudian membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif untuk mempraktekkan keterampilan yang baru diperoleh dan untuk membangun pemaknaan sendiri tentang subjek.

Dalam konteks pembelajaran,  agar guru dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, maka guru perlu memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pada dasarnya guru dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya akan semakin memperkaya khasanah model pembelajaran yang telah ada. Model pembelajaran dari guru di suatu sekolah dapat saja berbeda dengan model pembelajaran dari guru di sekolah lain meskipun dalam persepsi pendekatan dan metode yang sama. Oleh karena itu, guru perlu menguasai dan menerapkan model pembelajaran tertentu yang di dalamnya terdapat pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar!!

Designed By